Strategi Digital & Pertumbuhan Bisnis7 Oktober 20267 menit bacaTika Aurora
Transformasi Digital untuk UKM: Apa yang Benar-Benar Berubah
Transformasi digital untuk UKM berarti memindahkan satu proses dari spreadsheet dan WhatsApp ke software yang Anda miliki sendiri.
Bagian dari panduan lengkap kami: Menghitung Imbal Hasil dan Pertumbuhan dari Belanja Digital
Istilah transformasi digital biasanya datang bersama diagram dan kata-kata besar. Untuk bisnis dua puluh orang, artinya jauh lebih kecil: satu proses yang sekarang dijalankan manual dipindahkan ke software, lalu proses berikutnya kalau memang perlu.
Yang menentukan proses mana yang dipindahkan dulu adalah kondisi di lapangan. Pelanggan Anda datang dari ponsel, pesanan masuk lewat WhatsApp, pembayaran berupa transfer atau QRIS, dan orang yang paling paham alurnya bisa berhenti kapan saja. Empat kondisi itu membentuk software yang dibutuhkan, lebih kuat daripada tren teknologi apa pun.
Arti transformasi kalau Anda dua puluh orang, bukan dua ribu
Perusahaan besar memakai istilah ini untuk program bertahun-tahun yang melibatkan seluruh divisi. Anda tidak punya divisi. Yang ada adalah beberapa proses yang berjalan lumayan dan satu atau dua yang sudah mulai menyusahkan.
Ukurannya sederhana: ada satu proses yang datanya masih tersimpan di kepala seseorang atau di file yang hanya ia mengerti. Anda ingin data itu pindah ke sistem, supaya siapa pun yang masuk kerja besok bisa melihat statusnya tanpa bertanya.
Keputusan untuk mulai biasanya dipicu kejadian yang jelas. Spreadsheet pesanan mulai rusak karena terlalu banyak orang mengeditnya bersamaan. Alat siap pakai yang dulu cukup sekarang tidak lagi cocok dengan cara Anda bekerja. Atau pernah ada percobaan membangun software yang berakhir buruk, dan sampai hari ini prosesnya masih dikerjakan manual.
Terus terang saja, tidak semua bisnis dengan proses manual butuh software custom. Yang butuh adalah bisnis yang spreadsheet dan alat siap pakainya sudah berhenti cocok. Selama keduanya masih muat, menambah software hanya menambah pengeluaran.
Kondisi di Indonesia yang mengubah jawabannya
Pelanggan Anda membuka apa pun dari ponsel, sering Android kelas menengah dengan sinyal yang naik turun. Artinya layar untuk pelanggan dirancang untuk ponsel dulu, bukan versi kecil dari tampilan desktop. Sisi yang berhadapan langsung dengan pelanggan kami bahas terpisah di tulisan tentang kehadiran digital yang kuat.
Pesanan dan pertanyaan masuk lewat WhatsApp, dan di situlah riwayat pelanggan Anda sebenarnya tersimpan. Admin menggeser layar ke atas untuk mencari harga yang disepakati tiga bulan lalu. Software yang berguna mengambil alih bagian itu: siapa pesan apa, kapan, berapa, dan sudah sampai mana. WhatsApp tetap jadi tempat bicara, tapi datanya tidak lagi hanya di sana.
Uangnya masuk lewat transfer bank dan QRIS, bukan kartu kredit. Pencocokan pembayaran harus mengikuti kenyataan itu. Bukti transfer dikirim sebagai foto, dan nama pengirim sering berbeda dari nama pemesan. Sistem yang mengasumsikan pembayaran langsung terkonfirmasi otomatis akan membuat kasir bekerja dua kali.
Staf bisa berhenti, dan pengetahuan soal proses ikut keluar bersamanya. Satu orang tahu pemasok mana yang boleh ditagih belakangan dan mana yang tidak. Kalau aturan itu ada di dalam sistem, penggantinya bisa bekerja di hari pertama.
Di mana tahap pertama biasanya terbayar
Kandidat pertama hampir selalu datang dari daftar pendek yang sama.
- Portal pelanggan atau sistem pemesanan, kalau pelanggan sekarang harus menunggu dibalas admin untuk tahu status atau jadwal.
- Sistem internal yang menggantikan spreadsheet bersama, kalau beberapa orang mengedit file yang sama dan versinya sering bentrok.
- Integrasi dengan alat yang sudah Anda pakai, misalnya software akuntansi atau marketplace, kalau ada yang menyalin data dari satu tempat ke tempat lain.
- Otomasi, kalau staf menghabiskan waktu mengetik ulang, memilah permintaan masuk, atau merapikan dokumen satu per satu.
Untuk memilihnya, hitung proses mana yang paling banyak memakan jam kerja minggu lalu, atau mana yang paling sering salah sampai Anda harus minta maaf ke pelanggan. Proses itulah yang dikerjakan lebih dulu. Urutan tahap setelahnya kami uraikan di peta jalan transformasi digital untuk UKM.
Mengerjakan satu proses dulu juga menjaga risikonya kecil. Kalau hasilnya tidak seperti harapan, yang Anda pertaruhkan hanya satu tahap.
Kapan jawaban yang jujur adalah beli yang sudah ada
Transformasi digital tidak mewajibkan software custom. Kalau ada alat yang sudah dijual dan memang cocok dengan proses Anda, membelinya adalah keputusan yang benar. Studio yang pantas Anda ajak kerja akan mengatakannya. Kami memang mengirim calon klien ke alat siap pakai kalau masalahnya sudah selesai di situ.
Alat seperti itu biasanya lebih murah dan bisa langsung dipakai. Yang perlu Anda terima, bentuk prosesnya ikut menyesuaikan alatnya.
Software custom menjadi pilihan yang tepat saat bisnis Anda sudah melewati batas alat itu, dan tandanya biasanya kelihatan dari jauh. Ada spreadsheet pendamping di sebelah aplikasi untuk menampung data yang tidak muat. Atau ada langkah manual yang dikerjakan tiap hari hanya untuk menjembatani dua alat. Di titik itu biayanya mulai masuk akal, karena kerugian dari alat yang tidak lagi cocok sudah lebih besar dari biaya membangun. Perhitungan kerugiannya kami bahas di biaya tersembunyi dari pilihan software yang keliru.
Menjaga biaya dan risiko tetap terlihat
Yang paling dikhawatirkan pemilik UKM adalah baru tahu harganya setelah terlambat. Ada tiga mekanisme yang bisa Anda cek sendiri tanpa latar belakang teknis.
Pertama, ruang lingkup dan harga disepakati tertulis sebelum setiap tahap dimulai. Jadi Anda bisa berhenti setelah tahap mana pun tanpa perdebatan, karena tahap berikutnya memang belum disetujui. Tahap pertama adalah discovery, satu sampai dua minggu, hasilnya rencana tertulis dan harga tetap. Dokumen itu milik Anda, mau lanjut atau tidak.
Kedua, ada software yang berjalan setiap minggu dan link preview privat sejak minggu pertama. Anda membukanya di ponsel sendiri dan bisa langsung keberatan kalau ada yang tidak cocok dengan cara kerja tim. Keberatan di minggu kedua berarti memperbaiki satu layar.
Ketiga, kode, server, domain, dan semua akun atas nama Anda sejak hari pertama. Handover di akhir hanya mengonfirmasi kepemilikan yang sudah ada sejak awal. Kalau Anda berhenti di tengah jalan, yang sudah dibangun tetap bisa dibuka dan dilanjutkan siapa pun yang Anda pilih.
Siapa yang menjalankannya setelah diluncurkan
Bagian ini paling sering dilewati waktu merencanakan. Software yang sudah jalan tetap butuh hosting yang dibayar, pemantauan kalau mati, dan perubahan kecil saat proses Anda bergeser.
Ada dua pilihan: orang di dalam tim Anda yang mengurusnya, atau diurus bulanan oleh pihak luar. Kami menyediakan layanan bulanan untuk itu, mencakup hosting, pemantauan, perbaikan, dan perubahan kecil. Layanannya bisa dihentikan kapan saja, dan akunnya tetap atas nama Anda selama berjalan.
Pilihan apa pun yang Anda ambil, dua hal harus tetap berlaku. Akunnya atas nama bisnis Anda, supaya tagihannya bisa diperiksa dan penyedianya bisa diganti. Lalu alasan di balik setiap keputusan teknis dicatat di sebelah kodenya, supaya developer berikutnya mewarisi pemikirannya, bukan hanya filenya.
Ceritakan proses yang paling memakan waktu
Tidak perlu menyiapkan daftar kebutuhan atau tahu teknologi apa yang cocok. Ceritakan saja proses mana yang paling banyak memakan waktu tim Anda sekarang, dan di mana ia paling sering rusak. Obrolan pertamanya gratis dan tanpa deck.
Kalau ternyata ada alat siap pakai yang sudah menyelesaikannya, kami akan bilang begitu. Kalau memang perlu dibangun, discovery memberi Anda rencana tertulis dan harga tetap dalam satu sampai dua minggu. Dokumen itu milik Anda, apa pun keputusan Anda setelahnya. Gunakan formulir kontak yang membuka WhatsApp, atau kirim email ke hello@arktik.id.
transformasi digitalukmsoftware customkepemilikan akunbiaya software
