Desain & Pengalaman Pengguna29 September 20267 menit bacaTika Aurora
Desain Aksesibel: Antarmuka yang Bisa Dipakai Semua Orang
Antarmuka yang sulit dipakai kehilangan pelanggan tanpa keluhan. Ini yang bisa Anda cek sendiri, dan kapan Anda tidak perlu membangun apa pun.
Bagian dari panduan lengkap kami: Nilai Nyata Desain UX bagi Bisnis Anda
Anda mungkin pernah mendengar istilah aksesibilitas dan menganggapnya urusan standar teknis yang jauh dari bisnis. Di layar yang Anda miliki, artinya lebih sederhana: berapa banyak orang yang berhasil menyelesaikan pekerjaan tanpa bertanya kepada siapa pun.
Yang mahal, tidak ada yang mengabari saat jawabannya memburuk. Orang yang gagal checkout tidak mengirim laporan. Ia menutup halaman, menelepon, atau membeli di tempat lain.
Pelanggan yang pergi tanpa mengeluh
Coba pikirkan siapa saja yang membuka halaman Anda dalam sehari. Ada pelanggan yang layar ponselnya retak dan sedang berdiri di bawah matahari, jadi teks abu-abu tipis di atas putih praktis hilang. Ada pemilik toko berumur lima puluhan yang sudah memperbesar ukuran huruf di ponselnya, lalu menemukan label dan tombol saling bertumpuk.
Di gudang, staf mengisi formulir dengan satu tangan sambil memegang barang. Kolomnya banyak dan tombol simpannya kecil. Pesan errornya hanya garis merah tanpa keterangan. Ia mencoba dua kali, lalu mengetik pesan ke grup WhatsApp dan minta orang kantor yang memasukkan datanya.
Tidak satu pun dari mereka melapor. Yang terlihat kemudian hanya pesanan yang lebih sedikit dari yang seharusnya, dan admin yang sibuk mengerjakan input untuk orang lain.
Apa arti aksesibel di layar yang Anda miliki
Aksesibel berarti orang bisa memakai software Anda tanpa harus punya mata, tangan, koneksi, atau ponsel tertentu. Isinya hal-hal yang bisa dilihat sendiri:
- Kontras dan ukuran teks yang terbaca di luar ruangan, bukan hanya di monitor desainer.
- Label yang menyebutkan apa yang diminta kolomnya, termasuk formatnya.
- Semua tombol dan kolom bisa dijangkau dengan keyboard, dan bisa dibacakan oleh screen reader di ponsel.
- Pesan error yang menjelaskan apa yang salah dan apa yang harus dilakukan.
- Halaman yang tetap jalan di Android murah dan sinyal yang naik turun.
WCAG adalah daftar acuan yang dipakai developer supaya hal-hal itu tidak terlewat. Daftar itu berguna untuk memeriksa pekerjaan, sementara ukuran keberhasilannya tetap orang yang selesai mengerjakan urusannya.
Masalah aksesibilitas dan masalah spreadsheet itu sama
Alasan kebanyakan pemilik bisnis akhirnya memesan software custom biasanya satu: ada proses yang hanya dipahami satu orang. Saat dia cuti, semuanya melambat. Spreadsheetnya jalan karena ada aturan tidak tertulis di kepala seseorang tentang kolom mana yang boleh diisi dan kapan.
Antarmuka yang tidak aksesibel dibangun dari asumsi yang persis sama. Ia bekerja kalau Anda sudah tahu cara kerjanya. Kode warna itu artinya apa, kolom mana yang sebenarnya wajib, tombol mana yang mengunci pesanan, semuanya jelas bagi orang yang ikut membuatnya dan kabur bagi orang baru.
Sistem internal yang hanya bisa dioperasikan satu orang sebenarnya kegagalan aksesibilitas dengan nama lain. Pertanyaannya sama seperti waktu Anda memutuskan keluar dari spreadsheet: apakah pekerjaan ini bisa diteruskan orang lain tanpa diajari dulu?
Di mana ini diputuskan, dan di mana ini jadi mahal
Warna, ukuran huruf, besar area yang bisa disentuh, teks label, dan cara error ditampilkan semuanya ditentukan di tahap desain, dan selama masih berupa keputusan, mengubahnya murah.
Memperbaikinya setelah software jadi berarti membuka layout, markup, dan teksnya sekaligus. Mengganti satu warna terdengar sepele sampai Anda sadar warna itu dipakai di dua puluh komponen, dan setiap komponen punya versi mobile. Ini alasan kami menyerahkan desain dalam bentuk layar yang berfungsi di browser, bukan PDF. Anda bisa membukanya di ponsel sendiri, memperbesar tulisannya, dan bilang bahwa tulisannya terlalu kecil, sebelum ada kode yang ditulis di atasnya.
Hitungan bisnis di balik pekerjaan desain seperti ini kami uraikan lebih panjang di panduan nilai bisnis dari desain UX.
Cara mengeceknya tanpa percaya kata siapa pun
Anda tidak perlu latar belakang teknis untuk memeriksa ini. Selama pembangunan, ada software yang berjalan setiap minggu dan link preview privat sejak minggu pertama. Jadi pemeriksaannya bisa dilakukan sambil jalan, bukan setelah semuanya selesai.
Lima menit setiap minggu sudah cukup:
- Buka satu formulir, singkirkan mouse, dan coba isi sampai selesai pakai tombol Tab dan Enter saja.
- Perbesar halaman sampai 200 persen di browser, lalu lihat apakah ada tombol yang hilang atau teks yang terpotong.
- Nyalakan screen reader bawaan ponsel di satu halaman dan dengarkan apakah setiap kolom punya nama.
- Buka di Android termurah yang ada di kantor, bukan di ponsel yang paling bagus.
- Bawa ponselnya keluar dan lihat layarnya di bawah matahari.
Lalu tanyakan satu hal ke orang yang membangunnya: keputusan mana yang diambil demi aksesibilitas, dan kenapa. Jawaban yang bagus menyebut hal konkret seperti ukuran tombol atau kontras teks. Kalau yang keluar hanya kata sifat seperti "bersih" atau "modern", Anda belum dapat jawaban.
Menjaganya tetap aksesibel setelah serah terima
Aksesibilitas biasanya luntur pelan-pelan setelah peluncuran. Ada layar baru yang ditambahkan buru-buru oleh siapa pun yang sedang senggang, dan layar itu tidak mengikuti aturan yang sudah dipakai di sisa aplikasi.
Aturan itu bertahan kalau alasannya tercatat di sebelah kodenya. Developer berikutnya perlu tahu kenapa tombol ini ukurannya segitu dan kenapa warnanya bukan yang lebih terang. Pilihan teknologi juga berpengaruh. Teknologi yang umum dan sudah terbukti punya pola aksesibilitas bawaan yang dikenal banyak orang, sementara pilihan yang eksotis memaksa setiap orang baru memecahkan ulang masalah yang sama.
Kode, server, domain, dan semua akun atas nama Anda sejak hari pertama, jadi siapa pun yang Anda pilih untuk melanjutkan bisa membaca semuanya. Kami juga menyediakan layanan bulanan untuk menjalankan sistem setelah peluncuran bagi yang tidak mau repot, tapi itu pilihan Anda, bukan syarat.
Kapan Anda tidak perlu membangun apa pun
Kalau pekerjaan Anda sudah ditangani oleh alat yang tinggal dibeli, dan versi aksesibel dari alat itu sudah beres, belilah. Kami akan bilang begitu daripada menawarkan proyek. Software custom mahal, dan ia baru masuk akal kalau prosesnya memang milik Anda sendiri dan tidak ada alat yang mau menyesuaikan diri dengannya.
Yang sering terjadi, masalahnya ada di antara keduanya: alatnya sudah dipakai bertahun-tahun, sebagian orang bisa memakainya dan sebagian lagi selalu minta bantuan. Kami membahas bagaimana keputusan desain menentukan siapa yang berhasil menyelesaikan pekerjaan dan siapa yang berhenti di tengah jalan di tulisan tentang desain UI/UX dan pertumbuhan bisnis.
Kami lihat dulu yang sudah Anda punya
Kalau aksesibilitas jadi kekhawatiran di website atau sistem internal yang sudah Anda jalankan, ajak kami bicara. Obrolan pertamanya gratis dan tanpa deck. Kami buka bersama Anda, lihat di mana orang tersangkut, dan bilang terus terang apakah ini perlu dibangun atau cukup diperbaiki di tempat.
Kalau memang perlu dibangun, discovery memberi Anda rencana tertulis dan harga tetap dalam satu sampai dua minggu, dan dokumen itu milik Anda mau lanjut atau tidak. Gunakan formulir kontak yang membuka WhatsApp, atau kirim email ke hello@arktik.id.
aksesibilitasdesain produkuxsoftware custom
